Ngambek

1334 Kata

“Lah, lu pikir kita terima tawaran itu, ngapain? Ya buat ini lah!” ucap Ilham ketus. “Lu ya, bener-bener...” komentarnya Rico dengan wajah merah padam, jika bukan karena mengaggap Ilham sahabat bahkan lebih dari itu, sudah Rico beri bogem mentah ke depan wajahnya. “Sabar! Sabar! Kalian berdua istigfar coba... jangan sampe ada perang Mahabarata di sini!” seru Adin, sambil mengusap-usap punggung Rico, yang sedang meradang. Rico terduduk sambil terdiam. Ia sudah tak mau mengomentari apa-apa, alih-alih menerima semua penjelasan Ilham, tentang ide gila itu. Mereka bukan aktivis bukan juga penggiat anti-korupsi, mereka hanya pemain band biasa, sama sekali tak ada urusan dengan politik. Pikir Rico. Ini tak masuk logika Rico sama sekali, mereka memang dijanjikan pendapatan yang besar dari mang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN