“Jadi selama ini lu ngilang gitu aja, ternyata lu pergi ke tempat karaoke itu?!” ucap Nadia sore itu saat berkunjung ke kamar kosan sahabatnya, Sofia. “Iya lah, kan mau ketemu Rico!” kata Sofia dengan senyuman yang genit. “Lu suka sama dia? Serius?” tanya Nadia tak percaya. Bagaimana secepat itu Sofia bisa beralih hati, padahal belum lama ia masih mendeklarasinkan diri, bahwa ia “menyukai Ilham selamanya”. “Terus kenapa? Salah? Nggak lah, dia gak jelek-jelak amat juga,” “Sof… Sof, gue gak ngerti lagi sama lu,” ucap Nadia sambil menggelengkan kepala. “Ini bagian dari Plan B itu,” kata Sofia tak terduga. “Lu gila emang, Sof! Jadi lu mau manfaatin Rico?” Nadia tak habis pikir, dan tak bisa mengikuti jalan pikiran Sofia. “Terus gue harus apa? Kenalan terus pacarin dia, gitu?” ucap Sofia

