“Eh, eh, itu ngapain kumpul-kumpul?” ucap Mimi sambil menepuk-nepuk tangan Delina di sebalahnya. “Iya, apaan ya? Apa ada artis kali ya?” Delina juga cukup heran. “Kayaknya sih iya,” sahut Mimi. Mereka bertiga terus memandangi anak-anak lain yang sedang berkumpul di tempat yang tak jauh dari gerbang sekolah. Pemandangan ini memang jarang terjadi, karena sekolah Delina yang relatif cukup jauh dari pusat kota, sehingga jarang kedatangan orang terkenal apa lagi artis. “Mau ikutan ke sana gak?” tanya Darel, kadang dia itu lebay, tidak bisa lihat orang berkerumun—apalagi kalau berkerumun karena ada artis—Darel selalu punya hasrat lebih untuk ikut bergabung. “Apaan sih, Rel. kalau mau ke sana, ke sana aja sendiri gih, kita balik,” Delina sewot sambil menarik tangan Mimi. Delina sama sekali t

