Saya Tidak Marah

1613 Kata
"Saya tidak marah jika orang laim membenci saya, saya juga tidak marah jika orang lain mengaggap saya manusia paling bersalah karena saya bukan orang yang hadir di tengah-tengah untuk membuat semuanya suka dengan saya. " *** Ada yang bilang kenapa masih saja terus bertahan dipijakan yang sama padahal banyak peluang besar yang jauh lebih membahagiakan. Tapi banyak pula yang mereka tidak tahu bahwa kenyamanan dan rasa suka itu hanya satu dan tidak ada pemilik lainnya. Aji memang beberapa bulan ini dekat dengan seorang perempuan dari dunia maya yanh sering dibilang sekarang virtual. Dan dia juga jadian beberapa bulan ini dengan orang itu, kata Aji dia berbeda dan membuat Aji susah lupa, kadang setiap malam seperti orang bodoh menunggu pesan dari perempuan itu. Namun, Aji tidak pernah bertemu atau melakukan vidio calla hanya sebatas telepon dan pesan remontis. Awalnya Aji tidak merasa curiga sama sekali, sampai akhirnya banyak sekali keanehan yang Aji temukan. "Kenapa Ji? " tanya Nana yang hari ini mereka sudah sampai di Jakarta dan menjalanlan aktivitas seperti biasanya, bertemu Bu Gendut dan mendengarkan ceramahnya pagi-pagi buta. "Ini Ji tadi gue di suruh buat puisi gitu, tapi kan belum dikasih bensin, jadi males mikir," jawab Nana karena belum sarapan dia jadi malas untuk ditugaskan membuat puisi. Mengingat puisi, dia lupa untuk membuka puisi dari Deri dan Agal, langsung saja Nana kembali ke meja kerjanya sambil berlari dan suara larinya membuat satu kantor mengomeli Nana. "Na, ini abis di pel. " "Na, lari lo buat kantor goyang. " "Na, bentar lagi tempat kerja kita roboh gara-gara lari lo. " Padahal gedung tempat mereka bekerja sangat luas tentu saja tidak ada yang terganggu tapi memang dasar Nana jahil dia sengaja membuat heboh seisi kantor. "Nana mau dikasih bonus sama Bu Gendut, kalian jangan iri ya, jangan marah-marah Dinda dan Kakanda Sekalian, " teriak Nana sambil tertawa padahal bukan bonus tetapi itu adalah puisi pemberian Agal dan Deri. Nana membuka amplop Berwarna putih itu dengan hati-hati, takut rusak dan lecet. Dari sekian banyak cerita memang ini adalah salah satu hal sangat Nana tunggu. "Na, dapet apa? " tanya Reygan yang penasaran, dia sengaja beranjak dari bangku kerjanya membuat heboh juga karena jika pria itu tahu maka anak-anak kantor tambah. "Reygan enggak boleh tau, kan ini hadiah buat Nana, masa mau bagi-bagi. " "Ah pelit. " balas Reygan dengan nada yang dibuat pura-pura ngambek. Padahal dia sama sekali tidak ngambek memang suka saja menggoda Nana dan membuat Nana menjadi merasa bersalah. Nana membaca lembaran putih itu dengan wajah yang tersenyum bahagia ternyata Agal bisa membuat puisi dan merangkainya dengan diksi yang indah. "Saat senja memasuki purnama Dia hadir dengan harapan yang tidak pernah terduga Ketika sakitku belum sembuh seutuhnya Dia mencoba memasuki kawasan hati yang sama sekali belum berhenti untuk tetap bertahan Untaian kata yang kian hari menjadi begitu indah Tapi beku yang makin menjadi Tidak lari hanya saja bukan ranah yanh baik untuk tetap kuat ketika hilangnya menjadi gemuruh Saya masih dalam beku Menunggu untuk mencair tapi ternyata masih dalam kepingan hati yang mencoba bertahan. Seumpama peran yang kian memerah Berharap bisa menerima tetapi ternyata purnama masih dirundung gelap dan tak kian bermuara. " Barisan kata yang membuat Nana berharap ada sedikit cahaya untuk hubungan mereka berdua, dia ingin Agal tahu selama Nana masih bisa dia ingin bertahan, Nana tidak marah dengan kalimat yang kerap kali menyakiti hatinya. Dia tidak pula merasa kesal jika kerap kali secara terang-terangan Agal mengecewakannya Nana tahu masih ada pelangi yang menunggunya. Aji menatap Nana dengan pandangan sedih, kadang dia merasa Agal terlalu jahat dengan Nana, bukan seperti itu jika tidak bisa menerima keadaan Nana karena itu sangat membuat hati seseorang akan sakit. "Na, kenapa? " "Gapapa Ji, " balas Nana membuka lagi lembaran puisi dari Deri yang juha dibungkus rapi. "Perjalanan hidup memang hanya misteri kita tidak pernah tahu bagaimana semesta mengajak kita bermain dalam ruang yang penuh dengan tanda tanya Seakan kita memasuki labirin dan menyetuh kepingan rahasia dalam ruang yang penuh dinamika Kadang peran antagonis yang ditumakan Dan selanjutnya peran protagonis yang bermain Kita hanya sebuah tanya dalam jaring laba-laba. Hidup itu hanya sebuah peran Kapan saja Allah ingin maka semuanya akan lenyap Apa harta di bawa mati? Tidak Apa tanah yang luas di bawa mati? Tidak Lalu kenapa mengagungkan harta seperti dia yang paling berharga? " Nana tertampar membaca puisi Deri, kadang dia merasa kehidupan duniawi memang penggoda yang paling berat. Kerap kali merasa bahwa semuanya berjalan seperti yang kita inginkan tetapi ternyata semuanya hancur berantakkan. Kadang mengejar dunia seolah semuanya harus diupayakan tetapi lalai dengan ibadah. Kadang manusia hanya bisa mengucapkan ribuan kata tetapi tidak pernah bisa menepatinya. "Hari ini ada tamu guys, " teriak Ani yang baru selesai menghadap ke ruangan Bu Gendut. "Siapa?" tanya Nana yang masih terharu tiba-tiba saja langsung panik akibat ulan Ani yang sangat heboh. "Dinda sama bosnya. Kita disuruh kasih sambutan sama mau di evaluasi kinerjanya. " Ani langsung saja mempersiapkan diri, Reygan yang baru saja keluar sebentar di suruh Bu Gendut untuk mengawasi lomba LCC antar sekolah akhirnya pulang. "Kenapa Ni? " "Lo mendingan siap-siap buat nyampein evaluasi. " Langsung saja Reygan lari ke tempat duduknya dan mencari lembaran laporan evaluasi yang selalu dia bawa kemana-mana ternyata lembaran itu sangat banyak. Dinda memang cantik Nana saja sampai sering berpikir mungkin memang dia belum mau menikah saja makanya masih betah sendiri. Padahal sebenarnya Nana tidak kalah imutnya belum lagi kulit putih yang dimiliki Nana tentu saja membuat dia semakin menggrmaskan meskipun tidak terlalu tinggi. Akhirnya Bu Gendut, Dinda, dan bos yang mengawasi kinerja mereka datang. Aji masih santai dengan dokumen di tangannya yang dia pegang dengan enteng. "Jadi selama bekerja ini apa saja yang sudah kalian kerjakan?" "Kami mencari tahu tentang sastra dan perkembangannya sekarang di tengah-tengah masyarakat, apalagi tradisi cerita rakyat dan dongeng yang seharusnya terus dikembangkan untuk menambah wawasan anak-anak tentang beragamnya kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia apalagi banyak sekali orang yang kadang melupakan cerita rakyat," jelas Aji panjang lebar dan membuat bos itu mengagguk mengerti. "Jadi kami membuat sebuah perlombaan membuat cerita rakyat dengan bahasa daerah agar orang-orang juga mengerti peran cerita rakyat dan juga melestarikan bahasa daerah masing-masing, " lanjut Nana dengan laporannya yang memang sudah dia susun dengan rapih. "Kemudian banyak sekali alat musik yang berkembang, dalam seni musik untuk mendukung instrumen yang digunakan," lanjut Nana lagi dengan senyuman. "Dalam perjalanan agar musik dan tradisi sastra ini tidak punah maka kami harus selalu menyiapkan wadah agar generasi penerus bangsa masih akan tahu budaya yang ada," timpal Reygan juga dengan beberapa berkas ditangannya. Bu Gendut puas dengan keempatnya ternyata tidak sia-sia menjadikan mereka satu tim dan mengurus semuanya untuk perjalanan dinas. Nampaknya bos mereka juga sangat bangga dengan pencapaian keempatnya. "Saya sudah mendengar penjelasan kalian, untuk proposal boleh langsung dikirimkan nanti sore, " ucap bos besar itu ditemani Dinda yang mencatat apa saja yang menjadi hasil dari rapat hari ini. "Terima kasih Bu, " jawab keempatnya senang, mereka harus merayakan penerimaan proposal dengan makan-makan. Tapi sebelum itu Nana ingin membagikan nasi kepada anak-anak yatim yang memerlukan makanan di jalan. Bos Besar dan Bu Gendut meninggalkan ruangan Divisi mereka lalu melangkah pergi setelah berpamitan. "Selamat ya, " ucap Dinda sangat sopan tentu saja hal itu membuat Aji menjadi salting. "Terima kasih Mbak Dinda, " jawab keempatnya kompak. Dia menjadi ingat kisah virtual dirinya yang berujung perempuan itu mengakui bahwa dia sebenarnya laki-laki dan memang menyukai Aji sejak dari lama. Siapa yang tidak kaget. Aji saja sampai mengucap istighfar untuk kejadian itu. Dia juga tidak tahu apa yang menyebabkan laki-laki itu menyukai sesama jenis. Oleh sebab itu kadang Aji menjadi parno sendiri dengan laki-laki yang memeperlakukan dia dengan sangat baik. Waktu itu Aji tahu dia laki-laki karena melihat di aplikasi yang nama-nama orang dikontaknya. Untuk perjalanan yang panjang kadang suka lupa bagaiamana harus bergerak dalam hidup ini. Nana mendudukan dirinya diruangan kerjanya. Dia bisa bernapas lega, tadi rasanya bernapas sangat sesak sekarang melegakan. "Nana, lo mau makan apa? " tanya Reygan yang hari ini bertugas menjadi Kang Paket pengantar makanan. "Mau Ayam kecal Gan, terus pake tempe sama tahu jangan lupa sambal terasi sama kemangi ya, " ucap Nana semangat. Kotak s**u Stoberi yang dia kumpulkan sudah banyak karena dia memang membuat miniatur bertumpuk yang memang banyak sekali. "Na, itu mau lo jual?" tanya Ani melihat kotak s**u stroberi itu sangat banyak. "Mau dikolekai aja, kan cantik warnanya pink gitu Ni. " "Di rumah gue banyak Na, " sahut Aji yang membuat Nana bebinar dan tidak curiga sama sekali. "Tapi ada di tong sampah rumah, kalo lo mau ngorek-ngorek sambil bawa karung juga gapapa, " balas Aji sambil menyengir kuda tampah rasa bersalah malah menertawakan memang sahabat itu begitu tertawa di atas penderitaan orang lain. "Emang banget ngebelin nih si Aji, " omel Nana melemparkan botol air mineral yang sudah dia minum. "Wah parah Nana berantakkin kantor, gue lapor Bu Gendut ya, " ucap Aji berlari ke ruangan Bu Gendut tapi langsung Nana tahan dengan mencubit Aji. Memang ada saja kehebohan yang mereka ciptakan di kantor sampai anak divisi lain suka iri dengan persahabatan mereka. "Mending kita joget aja, lo berdua tiruin gue ya, " ucap Ani mengajak kedua sahabatnya itu main tik-tok alhasil ketiganya lancar sekali memainkan tik-tok. "Na, jangan bilang di rumah lo sering nyoba? " "Astagfirullah Ani ga boleh suuzhon gitu sama Nana, nanti Ani berdosa, " balas Nana dengan penuh drama. "Abis lo jago banget joget tik-tiknya. " "Dia emang gitu Ni, diam-diam memperagakan gerakan tik-tok di rumah. " Nana mendelik tajam ke arah Aji sampai ingin menyantet sahabatnya itu yang menyebalkan. Nana merasa beruntung bisa bergabung di sini, ingat dulu ketika seleksi SKD calon pegawai negeri sipil Nana belajar dengan giat agar scorenya tinggi dan akhirnya dia mendaoatkan score 450 sangat tinggi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN