Pisang Molen

1143 Kata
"Belajar dari pisang molen, meski kecil dia punya makna sendiri, meski kecil dia berarti besar untuk banyak orang, dia manis tapi tidak pernah merasa dirinya tak berarti." *** Pagi yang cerah dengan semangat yang baru, Nana tertidur di sofa ruang tamu. Ternyata banyak sekali nyamuk yang menggigit, apalagi sampai Nana merasa gatal dibagian tangannya memang kulitnya sangat tidak bisa terkena sengatan nyamuk bisa langsung merah-merah. Agal sudah rapih dan turun dari tangga Apartemen yang tidak terlalu tinggi. "Na, saya mau bilang. Ini perjanjian pra nikah," ucap Agal memberikan sebuah kertas putih dan meletakkan di sebelah sofa Nana. Nana menggelengkan keplanya cepat, "Aku engga mau, lagian buat apa perjanjian-perjanjian, " omel Nana yang masih pagi sudah diajak gelut.. "Saya tidak mau kamu mencampuri urusan saya. " Nana tertawa sejenak, "Mas Agal mau selingkuh? Kan aku lagi berusaha buat Maa Agal suka sama aku jadi jangan rusak rasa percaya diri aku. " "Saya engga mau kita saling terganggu. " "Nana engga pernah terganggu sama kehadiran si ganteng Mas Agal. " Agal Hanya akan kalah menghadapi Nana, dia punya banyak sanggahan yang tidak akan pernah mau disalahkan jika memang benar. Nana tidak habis pikir, kenapa Agal yang cuek seperti sekarang malah punya hal-hal aneh, lagian untuk apa buat perjanjian seperti itu karena perjanjian yang paling benar adalah dihadapan sang Pencipta bukan malah dengan hal semacam itu, mempermainkan agama saja menurut Nana. "Engga, Nana engga mau, ngapain sih main yang aneh-aneh mending beli Uno buat kita main, " ucap Nana sambil bangun dan membenahi bantal di sofa. "Saya serius. " "Hubungan kita yang harus diseriusin, hal-hal kaya gitu engga perlu. " "Kamu itu ya." "Nana emang baik, cantik, rajin menabung dan tidak sombong." Akhirnya Agal kesal sendiri dengan sikap Nana, dia pun memilih pergi daripada harus berhadapan dengan Nana. Untungnya Nana bukan perempuan baperan terus-menerus menangis seperti drama sinetron, bisa-bisa jadi tranding topic dia nanti. "Kalo mau pergi itu pamit dulu Mas, jangan lupa cium kening istri biar berkah, " ucap Nana menggoda Agal. Yang di sindir malah memalingkan wajah sejenak dan cemberut, memang berhadapan dengan orang beku seperti ini harus tahan banting, sayangnya ini adalah Nana perempuan yang tidak mau kalah sebelum bertanding. Nana malah tertawa melihat Agal, sekarang dia punya hobi baru menggoda suaminya itu adalah salah satu hal yang sekarang disukai Nana, dia tidak merasa terbebani dengan perlakuan dingin Agal karena menurut Nana sekarang dia harus terbiasa. Karena cinta bisa datang karena terbiasa. Nana memilih membaca sebuah cerita horor tentang hantu yang ada di salah satu universitas dan itu berhasil membuat dia ketakutan padahal seharusnya pagi ini dia menyiapkan semua laporan yang akan dipresentasikan tetapi karena masa liburnya masih ada maka Nana memanfaatkan untuk membaca cerita horor. "Serem banget, untung pagi. Kalao malam bisa teriak-teriak sendiri Nana," ucapnya lirih dengan masih menatap layar gawainya dengan ketakutan. Padahal penakut tetapi masih saja mrnantang diri dengan menguji nyali membaca cerita horor. *** Pisang molen mini merupakan menu masakan yang akan Nana buat hari ini, sempat bertanya kepada Bunda Lily katanya Agal menyukai menu itu, bahkan setiap hari dia akan mencari dan membeli makanan manis itu. Nana memang mempunyai hobi memasak jadi tidak heran jika masakannya juga terlihat lezat bahkan seperti masakan di restoran. Sayangnya Agal belum mau mencicipi masakan perempuan itu. Berbagai cara Nana lakukan untuk mengganggu Agal, dari menspam chat dengan berbagai kata romantis dan rayuan gombal namun, sayangnya HP laki-laki itu ceklist satu. "Ikan hiu, ikan sepat I love u ketupat ehh salah i love u suami hebat!" "Gagal, udah sayang Nana belum, kangen nih, kok pulangnya lama. " "Gagal, Gimanya nyalahin TV? Nana bosen di rumah." "Mas, kapan pulangnya? Nana beneran bosan. " "Kalo 24 jam engga pulang Nana mau lapor pak RT atas kasus kehilangan suami kan katanya laporan kehilangan 1x24 jam. " "Nana besok mau kerja aja deh, engga usah ambil cuti, bosen di rumah. " "Ya allah kenapa suamiku cuek kepada hambamu yang cantique ini. " "Agal sayang, tadi Nana masakin pisang molen kesukaan Agal. " Sent a picture Ada banyak kelakuan jahil Nana untuk membuat Agal kesal sendiri dan memang tujuan Nana membuat suaminya itu kesal. Kan kalo kata pepatah benci bisa jadi cinta, cari cara yang berbeda untuk membuat seseorang jatuh cinta karena ketika dia kehilangan kebiasaan darimu maka dia akan sadar bahwa dia mencintaimu. Nana memilih untuk menonton stok drama koreanya dengan semangat, awalnya dia tertawa sendiri, hingga menangis dan tertidur. Tadi pagi menonton horor, sekarang menonton drama korea memang kadang Nana anak yang sangat random. *** Agal pulang ke rumah dan melihat ada bau yang sangat dia kenal, yaitu pisang molen, tentu saja dari aromanya saja dia tau ini pisang molen. Molen mini salah satu menu kesukaannya dan Nana berhasil memasaknya dengan sangat enak. Sambil melihat layar gawainya dia menemukan banyak notif absurd dari istrinya. "Dasar aneh, " gumam Agal sambil membaca semua kalimat dari Nana, sebenarnya Agal tidak tega jika harus menyakiti Nana tapi jujur saja dia tidak bisa berpura-pura bersikap baik selayaknya suami yang mencintai istri. Sungguh Agal merasa sangat berdosa, padahal Nana perempuan yang tulus tapi hati manusia bukan paksaan. Mau seberapa keras jika bukan dia yang kamu mau maka itu hanya akan membuka luka. Seluruh pisang molen yang dibuat Nana sudah habis, sekarang Agal bergegas ke kamar dan melihat Nana sedang tertidur pulas. Ada rasa iba dalam dirinya melihat perempuan itu harus menderita dan merasakan sakit hati, tapi Agal sudah memperingati jangan mencoba masuk dan dia akan merasakan dampak sakit hatinya. Karena menurut Agal, perasaan yang dia miliki masih sulit untuk dipatahkan, dia pernah jatuh dan dikecewakan hingga kecewanya membuat Agal ingin fokus dengan kehidupan dunia pekerjaan daripada urusan hati. Memang dasar Nana si keras kepala yang jika mengejar sesuatu maka tidak peduli apapun dia akan berusaha terlebih dahulu. Agal tidak berbohong, tadi sebenarnya dia memang ke rumah atasannya untuk melihat perkembangan sebuah kasus longsor sebagai tim siaga bencana di Manado. Padahal baru saja menikah tapi banyak sekali hal yang Agal harus lakukan untuk negara. Setiap orang punya porsinya masing-masing, semua berhak memilih berhenti atau lanjut dalam beberapa waktu. "Nana, ambilkan air," ucap Agal yang membuat Nana segera bangkit dari tempat tidur. Ternyata sehabis pulang kerja maka Agal selalu ingin disiapkan air panas untuk mandi. "Gagal udah pulang ya?" tanya Nana tersenyum manis, entah kali ini dia merasa sedang ingin memanggil dengan sebutan Gagal meskipun sedang tidak kesal karena memang terkadang Nana punya cara sendiri untuk menarik perhatian Agal. "Hm," jawab Agal. "Ini Nana nanya sampe beberapa kata cuma dijawab dikit banget," omel Nana tertawa sambil menyiapkan air hangat. "Agal enggak mau cerita apa-apa sama Nana?" "Cerewet," jawab Agal pelan tapi masih dapat didengar oleh Nana. Nana yang dibilang cerewet malah tertawa dan memberikan handuk kepada Agal untuk mandi. "Kata Bunda Lily, Gagal emang lucu makanya Nana suka," balas Nana tidak nyambung dan masih saja tersenyum dengan itu semua. *** Jangan lupa kasihhh komentar ya hehheh, happy readinggggg, aku sayang kalian ???
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN