"Jaraknya terlampau jauh
sayangnya sudah dalam
Pertemuan yang menyingkat
Kapan kitaa bisa terus berbincang dan bertukar cerita lagi? "
***
Kata papa cinta itu dari keyakinan dua hati,
lantas kenapa papa menjodohkan dua manusia yang tidak sehati?
Nana adalah seorang gadis lucu yang suka sekali makan seblak kecap, penyuka kecap malika dan jangan lupa kegemaran anehnya mengumpulkan kotak s**u bekas yang sudah di minum.
"Gagal, kata Papa walaupun dijodohin harus sayang Nana, engga boleh cuek, nanti kalo Nana dianggurin terus banyak om-om genit yang mau, lagian Agal lama banget pulangnya, kan Nana kangen. "
Seperti itu lah cinta Nana untuk seorang TNI super dingin yang dijodohkan papanya.
Agal atau Gagal adalah panggilan kesayangan nana untuk laki-laki dingin tapi manis itu.
"Jadi, kapan Agal suka sama Nana? "
"Saya engga suka anak kecil. "
Begitulah percakapan mereka di Bandara, sedangkan Nana membalasnya dengan cemberut, memang Agal kalo diajak untuk bercanda pastia ada saja jawabannya.
"Nana mau ngumpulin kotak s**u bekas sambil menghitung hari, seberapa lama Agal di sana, siapa tahu nanti udah jadi miniatur hati, " ucap Nana semangat sekali untuk mengembangkan hobinya itu.
"Na, saya belum menyukai kamu, " balas Agal sebelum meninggalkan Bandara dan berpamitan dengan Nana.
"Gapapa kalo hari ini Agal belum suka sama Nana, siapa tahu besoknya berubah pikiran, Nana mau makan seblak juga nanti, " balas Nana masih tersenyum.
Agal menarik napas dalam, " Na, saya sudah sering mengingatkan untuk bilang berhenti kalo udah engga sanggup. "
"Agal ngomong apa sih? Nana engga ngerti, iya Nana bakal terus nunggu Agal di sini, jadi Agal cari nafkah yang banyak saolnya kecap Nana udah habis. Agal kan tahu Nana engga tahan pedas. "
Bingung bagaimana menjelaskan pada Nana, sebenarnya Agal tidak tega jika harus menyakiti hati Nana terus-menerus tapi herannya Nana masih saja ingin berjuang untuk meraih hati Agal.
"Yaudah saya pergi dulu, kamu jaga diri di sini, nanti setiap bulan akan saya kirim uang belanja."
"Peluk, " jawab Nana tersenyum dengan wajah polos.
"Rame Na, saya berangkat. "
Agal sudah memutar badannya 180• hingga tiba-tiba Nana memeluknya dari belakang,"Biarin kaya gini beberapa menit aja, nanti kalo Nana kangen, bisa inget rasanya dipeluk Gagal. "
Agal hanya diam mematung dipeluk oleh Nana, memang Nana punya banyak tindakan diluar dugaan yang akan membuat Jantungnya tidak sefrekuensi bahkan berdetak lebih cepat.
"Na, saya pergi dulu ya. Ini udah ada pemberitahuan. "
Nana akhirnya melepaskan pelukan itu dengan sebuah kesedihan, "Hati-hati Gagal, kalo udah sayang sama Nana bilang ya, " lanjut Nana sambil tertawa.
Agal tidak habis pikir, kenapa cara semesta mempertemukan dirinya dengan Nana terlihat sangat bercanda.
"Agal, Nana di sini bakal rajin ibadah, rajin menabung dan selalu setia, nah kalo Agal di sana harus kaya gitu juga ya, jangan bohong, jangan selingkuh soalnya kalo ada orang ketiga menurut Nana engga perlu ada kita lagi, " jelas Nana mengucapkannya dengan sungguh-sungguh.
Seberapapun Nana suka dengan seseorang, dia akan tetap menyayangi dan memaafkan kesalahannya, kecuali perselingkuhan karena menurut Nana saat seseorang itu selingkuh, dia sudah punya semangat yang tinggi. Bagaimana dia memperlakukan selingkuhannya dengan sangat baik, harus memberikan perhatian, memakai baju rapih, memakai parfum dan kita yang harus terbelenggu menunggu orang yang tidak semestinya di tunggu.
Jadi maafkan semua kesalahan kecuali perselingkuhan, karena sesayang apapun kalian kepada seseorang jika dia sudah membagi hati, kemungkinan besar dia mengulang kesalahan yang sama itu besar sekali.
"Saya rasa kamu yang selingkuh. "
"Oh iya bener juga, Nana suka selingkuh, nanti mau cari selingkuhan yang di atas Agal biar bisa bikin vidio masih kalah jauh. "
"Kamu itu kebanyakkan menghalu. "
Agal memilih pamit dan pergi karena sejak tadi panggilan pemberitahuan keberangkatan sudah terdengar terus.
"Hati-hati Gagalnya Nana, Nana di sini selalu menunggu. I love u, " teriak Nana di tengah keramaian.
Alhasil semua orang melihat ke arah mereka berdua, memang tidak ada yang bisa menandingin tingkat keabsurdan Nana, belum lagi Nana selalu punya banyak hal ajaib yang membuat Agal menggelengkan kepala.
Melihat punggung Agal yang menjauh membuat Nana menarik napas dalam, ternyata begini rasanya ditinggal suami bertugas.
Nana memilih membeli s**u kota dan mencari bekas s**u kotak dipinggiran bandara, sudah seperti pengambil barang bekas yang profesional.
Kalo Aji melihat ini pastilah dia akan menyanyikan lagu orang pinggiran, karena lucu saja menggoda Nana yang punya hobi unik.
"Mbak, kenapa ngambilin kotak s**u bekas?" tanya seorang laki-laki tampan berjas yang memakai kacamata hitam.
"Hobi Mas. "
"Mbak siapa namanya? "
"Nana cantik, " balas Nana cepat.
"Hahahh boleh engga saya kenal lebih jauh? "
"Sejauh apa Mas? Nana engga kuat kalo sejauh jalan Anyer--Panarukkan."
"Asal jangan sejauh cinta saya ke Mbak, " balas pria itu tersenyum menunjukkan gingsulnya.
"Saya Juple, seneng bisa lihat perempuan secantik Mbak. "
"Nana engga punya uang receh nih buat bayar udah dipuji. "
"Cukup kasih nomor ponsel mbak aja. "
"Nana udah menikah, ini cincinya, " jawab Nan menunjukkan jari manisnya.
"Gapapa Mbak, kan saya masih mau berjuang. "
"Masnya kebanyakkan nonto sinetron, inget dosa Mas. Nana mau pulang dulu ya, " pamit Nana sambil berjalan pergi dan ditangannya sudah banyak kotas s**u.
"Menarik, " gumam Juple melihat kepergian Nana.
***
Nana berjalan menyusuri rumah yang berada di dekat apartemen Agal, Nana mencari seblak yang memang suka berjualan jika sore hari.
Lama dia melihat banyak sekali pembeli yang datang, hingga tidak sadar ternyata ada seorang pria yang tadi dia temui di Bandara.
"Mbak yang tadi, kan?" tanya laki-laki itu spontan, ternyata memang ada untungnya membeli seblak di sini juga bisa bertemu jodoh pikirnya.
"Bang Juple kenal sama Mbak Nana?" tanya Pak Kurus--sebutan orang disekitaran sini kepada penjual seblak yang terkenal dengan rasanya yang sangat mantap.
"Iya Pak Kur, tadi ketemu sama Mbak cantik ini di bandara."
"Nana kan emang cantik, kembarannya Selena Gomez, jadi makasih ya Mas," balas Nana dengan percaya diri, lagian siapa suruh melawan Nana, tentu saja akan kalah jika berani beradu tingkat PD dengan Nana.
"Hahhah, tuhkan lucu banget, tadi aja di Bandara saya ketemu kaget Pak, kenapa Mbaknya cantik sama lucu," balas Juple tertawa mengingat bagaimana tadi pertemuannya dengan Nana.
"Mbak Nana itu baru aja menikah Mas Juple."
"Yah, saya kedeluanan, seharusnya Mbak Nana tunggu saya dulu, kan repot kalo misalnya hati saya terus berdetak untuk Mbak."
"Kan yang berdetak jantung, kalo enggak berdetak lagi nanti Masnya mati," jawab Nana tertawa.
Pak Kurus yang mendengar itu ikut tertawa, mereka lalu melanjutkan makan dengan seblak masing-masing yang sudah tersedia.
"Pak Kurus, mintak kecap ya," ucap Nana dengan semangat, dia memang tidak tahun pedas jadinya setiap kali memesan seblak pasti saja memakai kecap.
"Lucu banget sih, makan seblaknya pakai kecap," timpal Juple yang melihat Nana menuangakan cairan berwarna hitam itu ke dalam mangkuk seblaknya.
Memang perempuan di depannya ini punya daya tarik yang sangat unik. Nana memang suka sekali melakukan banyak hal menakjubkan. Semoga setelah ini akan ada banyak cara untuk selalu bertemu Nana.
"Nana enggak tahan pedas, Mas."
"Saya juga makanya pedas manis kalo kamu mau masakin."
"Aneh banget," balas Nana bingung dengan tanggapan laki-laki dihadapannya ini.
Hinggap Nana selesai dan menghabiskan Seblak kecapnya, dia berpamitan pulang kepada Pak Kurus dan Juple. Hingga senyuman Juple yang melihat kepergian Nana.
"Dia gadis manis yang menarik," hujan Jumple tidak terdengar oleh siapapun.
***
A. n : Suka enggak sama ceritanya?