Malam semakin dingin, pendingin ruangan kamar semakin membuat buku kuduk mereka berdiri. Kinanti dan Sadewo saling berpeluk mesra menikmati setiap sentuhan demi sentuhan, tetapi Sadewo mengernyitkan dahi saat Kinanti mendadak menghentikan pagutan di bibirnya. "Kenapa?" tanya Sadewo cemas, tak biasanya sikap Kinanti seperti itu. "Mmm itu, Mas …." "Kenapa? Ada apa?" tanya Sadewo cemas. Kinanti menggigit bibir bawahnya, ragu ingin mengucapkan sesuatu pada Sadewo. "Kenapa sayang?" tanya Sadewo lagi ia tidak sabar, pikiran Sadewo takut jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Kinanti. "Kemarin kan dokter Zahra bilang. Kalo enggak salah dengar sih, orang hamil muda itu enggak boleh begituan." "Begituan apa?" tanya Sadewo tak mengerti apa yang diucapkan Kinanti istrinya itu. "Ya begitu."

