Kinanti masuk ke dalam apotek miliknya, Kinanti punya tiga karyawan dan satu sebagai pengawas adalah Asih temannya yang baru datang dari kampung. "Maaf aku terlambat, Asih. Tadi di perempatan jalan macet panjang karena ada jalan yang dibangun apa." Jelas Kinanti yang baru saja datang. "Nggak apa-apa, Kinanti, ayo masuk." Ajak Kinanti. "Iya." "Davin gak ikut?" Kinanti tersenyum. "Tidak, dia kan sekolah." "Aku sudah kangen dengannya lama sekali aku tak pernah bertemu, Davin." "Ya sangat lama, Asih." Asih berusaha tersenyum tipis, demi menutupi rasa gugup, ia tahu Kinanti tak suka jika Asih meninggakan suaminya dan membiarkan bersama pelakor itu. "Mau minum apa nih bumil?" "Seperti biasa deh," sorot teduh netra Kinanti terus menatap tajam ke arah Asih. Asih membuatkan teh ha

