Maaf

1546 Kata

Kinanti bernapas lega setelah Sadewo menarik diri dan kembali menghadap ke depan. Pria itu merasa lega karena lukanya hanya sedikit. Kinanti memandang ke samping, debar di dadanya belum juga reda. Dulu, dia akan menikmati suasana seperti ini saat bersama Sadewo hampir setiap malam saat mereka punya kesempatan untuk makan malam di luar. "Bisa jalan?" tanyanya setelah beberapa saat mereka saling diam. Sadewo berusaha mencairkan suasana. Kinanti memandang pria di sebelahnya dengan perasaan yang entah. "Iya. Emm ini tak terlalu sakit, Den." "Tapi tetap luka kan, masa tidak sakit?" "Hanya perih sedikit," ia menatap luka yang sudah tak terlihat karena tertutup plaster. "Yakin." "Hu um. Hanya lecet saja kan." Sadewo sedikit bergetar. "Kamu tahu, jika waktu bisa berputar kembali aku ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN