"Bisa jelaskan ke Bapak dan Ibu ada apa antara kamu dan Kinanti?" Sadewo dan Kinanti saling tatap, mereka terlihat begitu gugup. "Kinanti, bisa jelaskan sama Ibu?" Kinanti menunduk tak berani menatap ibunya Sadewo yang juga majikannya itu. Namun, ada rasa resah yang bersemayam dihati Kinanti. Kemudian Sadewo mengenggam tangan Kinanti dibawah meja. Berusaha menenangkan Kinanti agar tidak takut, Kinanti masih terdiam mengingatkan dirinya bahwa memang sudah seharusnya bisa mulai membiasakan diri. Berjuang untuk cintanya untuk Sadewo. "Ibu." "Ibu bertanya pada, Kinanti. Dewo diamlah. Berapa lama kamu menjalin hubungan dengan putraku?" tanya Bu Astuti penasaran dengan jawaban Kinanti. Glek Seketika jantung Kinanti terasa mau copot. Kinanti mendongak dan menatap wajah wanita paruh

