Davin sedang asyik membongkar hadiah pemberian Sadewo. Anak itu tampak begitu senang dan antusias. Beberapa robot pemberian Sadewo membuatnya sangat senang. Berkali-kali Davin mengucapkan alhamdulillah karena saking senangnya. "Bunda, ini bagus sekali." Kinanti hanya membalas dengan senyuman. "Astaga ini bagus sekali." Kata Davin lagi. "Tapi sudah belajar dan mengaji?" tanya Kinanti untuk memastikan Davin telah melaksanakan rutinitasnya "Sudah, Bunda." "Memasukkan tugas besok ke dalam tas?" tanya Kinanti lagi. "Sudah juga, Bunda." Davin menjawab tanpa menoleh pada Kinanti. Davin sibuk tangannya terus berkutat dengan aneka robot itu. "Aku suka sama, Ayah tampan." "Hmm, kalau jadi Ayah beneran, mau?" Kinanti masih terus berusaha menggali bagaimana hati Davin ke Sadewo. Davin

