"Apa ...?" "Bu Haruka akan sia-sia saja jika kita naik banding." Kata sang pengacara. Haruka menatap pengacaranya dengan kesal. "Astaga ... apa-apaan ini. Kamu menginginkan aku berpisah dengan Mas Dewo, hah? Kamu pengacara atau apa sih?" Pekik Haruka. "Bukan begitu, Bu." Bu Hanna menggelengkan kepala. "Sudah, Ruka. Terima kenyataannya kamu sudah berpisah dengan Dewo." Jelas bu Hanna pahi menasehati putrinya. "Apa aku tidak salah dengar, Mama tak mendukungku?" tanya Haruka prustasi. "Terserah. Kamu ini keras kepala." Haruka menggelengkan kepala. "Aku tak terima kita kalah, Ma." Haruka berjalan dan duduk di kursi. Karena kesalahnya hingga Sadewo tak mau memaafkannya lagi. Apa artinya hartanya jika tak bisa menikmati bersama Sadewo. Haruka berdiri lalu berjalan tanpa tenaga tubuny

