Malam sudah larut saat Kinanti mulai tidur ponselnya bergetar ada panggilan dari Sadewo membuat Kinanti bangkit dan mengambil ponsel itu di atas nakas. Kinanti tersenyum selalu seperti itu Sadewo begitu perhatian. "Aku kangen, kamu?" Kinanti tertawa, dua matanya menyipit. "Ini juga sudah vidio call. Apa lagi, sih?" Sadewo nyengir. "Ah, kamu ngak ngerti. Itu kenapa wajah kamu putih semua?" tanya Sadewo penasaran. "Ini abis luluran. Ibu yang buatkan. Katanya aku dipingit, Mas." Dia nyengir. "Lagian gak di lulur juga udah cakep," pekik Sadewo. Ia membekap mulutnya dengan gemas. "Iya biar mangklingi kata ibu. Lagian ini Ibu yang minta jika tak dituruti bisa-bisa aku diomelin." Jelas Kinanti. "Emm iya juga sih." Kinanti merengut. "Tapi masalahnya, aku harus istirahat, Mas. Besok hab

