Davin berlari-lari keluar kelas dengan tangan melambai-lambai, gembira melihat Kinanti berdiri di salah satu di antara orang tua wali yang menjemput di dekat gerbang. Davin tak menyangka jika ibunya Kinanti ada di sana. "Kok, Bunda ada di sekolah? Tumben menjemput, Davin?" Davin mengecup punggung tangan Kinanti lembut. "Humm. Bunda pengen ngasih surprise sih sebenarnya. Jadi sekalian, Bunda tunggu Davin keluar biar kita pulang sama-sama." Kinanti mengacak rambut Davin karena seminggu ini tugas Sadewo yang menjemputnya. "Ayo, Bunda!" Davin meraih tangan Kinanti dan berjalan dengan riang menuju parkir motor. Di belakang mereka, Sadewo yang baru keluar dari mobil dengan memakai masker, kacamata, dan topi serba hitam menatap mereka dengan senang. Kemudian, melangkah di belakang Kinanti d

