"Davin, masuk! Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu," tegur Sadewo saat ia baru saja datang mendapati Davin terdiam di halaman rumah sendirian entah apa yang sedang ia pikirkan. Davin terlihat sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya terlihat murung, matanya juga memerah sepertinya dia habis menangis. "Mana, Bunda?" "Masak di dalam, Om." "Dav, apa yang sedang terjadi? Kenapa sedih?" tanya Sadewo yang berdiri di sampingnya. "Hanya tugas dari sekolah sih sebenarnya tapi ...?" Kalimat Davin terputus. "Maksudmu? Kamu tak bisa" Sadewo masih mencerna apa maksud Davin bicara seperti itu. Davin terdiam. Sadewo cukup terkejut setelah melihat gelagatnya Davin. "Apa sulit tugasnya?" tanya Sadewo lagi. "Iya sulit makanya aku tidak berani membebani, Bunda." Glek. Astaghfirullah be

