"Tapi aku hanya menginginkan satu wanita yaitu, kamu Kinanti," tekan Sadewo menatap Kinanti intens. Hingga hawa dinginnya terasa merambati kulit, begitu menusuk ke tulang. Kinanti sedikit berkeringat dingin mendengar ucapan Sadewo. "Hanya kamu yang aku inginkan?" Kinanti tersenyum tak percaya. "Lalu kenapa menikahi si Haruka itu?" "Itu karena perjodohan, Ibu." Ingin rasanya Kinanti menghapus semua cerita yang terangkai sejak bertahun silam. Namun sepertinya begitu sulit. "Kau tak percaya?" "Tidak aku tak percaya." Kinanti melirik pria itu sesekali. Entah apa benar penjelasan Sadewo. "Jika tak percaya ya sudahlah. Aku cuma ingin melihatmu saja, Kinanti," balas Sadewo. Ada senyum tersungging seindah biasa dan itu selalu lebih dari cukup menawarkan segalanya. "Mana boleh, melihat

