Rindu

1690 Kata

"Apa menurutmu, kisah kita mudah dilupakan, Kinanti?" tanya Sadewo penuh selidik. "Den, aku harus pergi." "Aku kangen kamu, Kinanti." Tekan Sadewo. Mendadak Kinanti kehabisan oksigen. Terlebih saat Sadewo mendekatkan bibirnya. "Den Dewo ...." Lelaki itu menatap sayu, membuat hati Kinanti kian bertalu tak menentu. Entah siapa yang lebih dulu memulai, tapi jarak di antara mereka nyaris bersentu-han sekarang. "Aku masih mencintaimu, Kinanti." Tak bisa Kinanti balas kalimat itu. Kinanti terpaku, menatap lekat sepasang mata Sadewo di antara keremangan ruangan gelap. Lalu, jarak di antara mereka benar-benar terhapus, begitu Sadewo menempelkan bibirnya. Kinanti mendorong tubuh Sadewo dengan cepat ia berlari meninggalkan Sadewo yang baru saja mencium bibir Kinanti. *** Kali ini swea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN