Saat Sadewo membuka handle pintu itu ada sebuah suara dari dalam membuat Sadewo mematung, seketika ia membeku keringat dingin keluar dari tubunya saat mendengar percakapan dua orang di dalam sana. "Jangan bicara sembarangan, Galang pergilah sebelum, Mas Dewo datang kesini." Usir Haruka dari dalam merasa kesal "Sampai kapan kau akan menjadi wanita egois seperti ini, Ruka." "Pergilah, kumohon." "Kau ceroboh, Ruka. Itu anakku kenapa kau sampai keguguran?" Kesal lelaki itu pada Haruka. Sadewo menelan saliva yang terasa begitu pahit. Apa selama ini Haruka membohonginya? Jadi anak dalam kandungan Haruka itu bukan anaknya dan anak lekaki itu? "Jangan membuatku makin terpojok, Galang." "Kamu sengaja kan mau membunuh anakku?" tanyanya penuh selidik. "Galang, bicara apa kau ini." Tekan

