"Frey ... that ' s not it. Kamu sangat cantik. Terlebih dengan penampilan seperti itu. Jujur, kamu wanita paling cantik yang pernah aku lihat seumur hidup aku. Justru itu ... aku menundukkan pandangan aku. Aku matikan lampunya supaya aku tidak terlalu jelas bisa melihat keindahan kamu. Karena ... aku ingin menjaga kamu." Athar menjelaskan situasi yang sebenarnya. Freya terdiam. Masih sesekali terisak. Athar tidak ingin memaksakan kehendak. Ia menunggu dengan sabar. Membiarkan Freya memikirkan kata - katanya. Supaya wanita itu tidak lagi salah paham. "Justru kamu menyakiti aku, Thar." Ia akhirnya kembali berbicara. "Aku ingin menghabiskan malam ini dengan kamu. Aku sudah membayangkan bahwa malam ini akan menjadi begitu indah. Begitu membahagiakan. Tapi kamu justru seperti ini." "Tapi,

