Vincent Menemui Molly

1063 Kata

Vincent duduk di kamar sambil menatap fotonya bersama Molly. Matanya terlihat sedih dan kosong, seolah hidupnya telah kehilangan tujuan sejak kepergian wanita itu. Jari-jarinya meraba permukaan foto dalam bingkai, menelusuri senyum Molly yang dulu selalu menenangkannya. “Asalkan kau mengakui kesalahanmu dan menyesalinya, aku akan melupakan semuanya…” gumam Vincent pelan, suaranya terdengar bergetar menahan emosi yang menyesakkan dadanya. Ia menutup mata, menahan air mata yang hampir jatuh. “Aku… tidak bisa menerima anak dari pria lain…” lanjutnya dengan suara serak. Hatinya terasa sakit, seolah diremas tanpa ampun. “Molly, aku berusaha melupakanmu, tapi aku gagal…” lirihnya lagi, nyaris tak terdengar, seperti pengakuan pada dirinya sendiri. Dengan tangan gemetar, Vincent meraih ponselny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN