“Kau merasa tidak bersalah karena itu tidak sengaja? Karena kau mabuk dan tidak sadarkan diri?” suara Molly bergetar menahan emosi. Matanya menatap tajam ke arah Vincent, menembus lapisan hati pria itu yang selama ini ia cintai. “Lalu bagaimana denganku, Vincent?” lanjutnya dengan nada semakin meninggi. Air matanya menetes satu per satu. “Aku juga tidak sadarkan diri malam itu… tapi kau tidak pernah percaya padaku. Kau menganggap aku sengaja berselingkuh!” Vincent terdiam. Dadanya sesak, namun ia menahan emosinya, menatap Molly dengan mata yang mulai memerah. Dengan suara pelan tapi tegas, ia berkata, “Molly… kita lupakan kejadian ini. Mari kita mulai dari awal… tanpa Mona dan Jacky.” Molly menatap Vincent dengan tatapan penuh luka. Suaranya pelan, tapi sarat kebencian dan keputusasaan.

