Janji Ala Kentang

1244 Kata
"Lo sayang banget ya sama Kevin?" Pertanyaan Lintang itu langsung menohok Keyla begitu saja. Dirinya yang sedang meneguk jus berwarna merah muda yang diyakini adalah stroberi hampir saja tersedak dan terbatuk - batuk. Keyla menggeleng, "Kayaknya udah enggak" "Masih kayaknya" ujar Lintang yang sedaritadi terus menatap Keyla. "Gue lagi proses move on. Dan kali ini beneran. Maksud gue, gue beneran enggak mau lagi mengharapkan orang yang udah punya pacar" jelas Keyla mengaduk - aduk jus stroberi nya. "Kalo gitu, mengharapkan gue mau dong?" Beberapa lemparan kentang goreng berhasil menghujani Lintang akibat perkataan nya yang selalu melantur. "Ngelepasin orang yang udah lama bareng sama kita itu gak semudah waktu kita kenalan sama orang baru" jelas Keyla bermaksud untuk menyampaikan perumpamaan nya kepada Lintang. Lintang mengangguk lalu memasukan beberapa kentang goreng ke dalam mulutnya dan mengunyah, "Tapi tetep aja lo udah berkali - kali disakitin sama Kevin. Gue gak suka. Dan gue gak sebodoh itu buat ngebiarin lo terus - terusan kayak gini" "Namanya udah sayang. Separah apapun lo disakitin, masih aja tetep sayang" keluh Keyla yang juga ikut mengambil kentang goreng. "Emangnya lo sama Kevin sedeket apa sih? Pas kelas sepuluh gue emang sering ngeliat kalian berdua sih" kata Lintang dengan mengerutkan dahi nya berusaha mengingat - ngingat masa lalu. Sebenarnya Keyla sangat tidak ingin membahas masa lalu apalagi yang ada hubungan nya dengan Kevin di moment mereka kali ini, tetapi Keyla tidak bisa menahan rasa penasaran Lintang yang terus menerus menghantui nya. Keyla memiringkan kepalanya sedikit, "Ya namanya dulu sekelas, deket aja gitu. Banyak ngelakuin hal bareng, makanya gue jadi baper terus. Mana dia nya juga gitu..." "Oh jangan - jangan sekarang lo baper ya suka gue ajak ngehabisin waktu bareng kayak gini?" ledek Lintang sambil menyengir dan menunjuk Keyla dengan kedua jari telunjuk nya. Keyla hanya membulatkan kedua matanya, membuat Lintang terkekeh sambil tersenyum dan menatap Keyla dengan tujuan meledeknya. Sangat menyebalkan. "Dulu 'kan kita musuhan" Lintang menoleh dan menggeleng, "Gue musuhan nya sama Kevin. Tapi berhubung lo dulu sahabat nya, jadi lo ikut - ikutan" "Gue sensitif sama kata dulu. Maksud gue, kenapa harus ada kata dulu? Ih gue ngomong apaan sih? Enggak jelas emang udah abaikan aja" tutur Keyla bertanya dan menjawab pertanyaan nya sendiri. "Makanya jangan nilai seseorang dari cerita orang - orang. See? Gue enggak semenyebalkan yang Kevin ceritain ke lo 'kan? Sekarang malah lo lebih sering bareng gue daripada dia" jelas Lintang dengan senyum bangga dan membusungkan d**a bidangnya. "Eh jelas sih lo bareng gue terus, kan Kevin udah punya Gita" sambung nya. Keyla memanyunkan bibir nya dan melipat kedua tangan nya di d**a. Tipikal Lintang, jika berbicara tidak memikirkan bagaimana perasaan lawan bicara nya nanti. "Liat Kevin. Tangan nya ringan banget, 'kan? Dikit - dikit nonjok, dikit - dikit dorong. Emang nya gue ekskul karate? Mungkin harusnya dia yanh masuk ekskul karate. Cocok" ujar Lintang kesal dengan menyuap kembali nasi goreng ke mulut nya "Dia enggak bisa ngontrol emosi" jawab Keyla sekena nya. Lintang mengacak - acak rambutnya cepat sehingga makin berantakan, "Tuhkan masih aja ngebelain. Banyak orang yang bilang gue yang emosian, apalagi kalo rapat. Tapi asli nya? s**t, orang - orang tuh enggak tau apa - apa" Di tengah keheningan tempat makan yang telah dipilih Lintang ketika diperjalanan mereka, kedua nya tetap terdiam dan sibuk dengan fikiran masing - masing. Keyla dengan segelas jus stroberi nya dan Lintang dengan segelas teh hangat dengan asap yang masih mengepul di atas nya. Juga dua piring nasi goreng spesial dan kentang goreng di pojok meja kedua nya. "Padahal cuma ngobrolin hal biasa. Tapi kalo bareng sama lo, jadi kerasa istimewa" kata Lintang tiba - tiba. Keyla berusaha menyembunyikan perasaan kaget nya dengan tersenyum simpul, "Cherrybelle kali ah istimewa" "Giliran gue serius, lo anggep nya bercanda terus. Perasaan gue enggak sebercanda itu, Key" ujar Lintang dengan menggenggam teh hangat nya itu. Tipikal Lintang lagi, ketika berbicara manis, ekspresinya selalu biasa aja. Seakan - akan tidak menunjukan perasaan asli dengan apa yang baru saja ia katakan. "Tapi ekspresi lo sebercanda itu. Maksud gue, orang kayak lo enggak pantes ngomong gitu ke gue" jawab Keyla dengan kekehan kecil. Lintang menaikan satu alisnya, "Orang kayak gue gimana?" "Lo, seorang ketua osis SMA Ganesha. Udah cukup gue punya sahabat yang banyak penggemarnya. Maksud gue, gue di cap sebagai penghalang mereka terus" kata Keyla mencoba mengeluarkan unek - unek nya. Mendengar jawaban Keyla, Lintang tertawa, "Bahkan lo enggak tau alasan utama gue kenapa nyalonin jadi ketos 'kan?" Keyla menggeleng, "Lo gak pernah cerita. Tapi biasanya sih ya karena pengen membuat sekolah jadi lebih baik lagi. Ya, kan?" Lintang meletakan garpu dan sendok yang dipegangnya tadi lalu menggeleng dan tersenyum, "Gue cuma mau ngalahin Kevin. Cuma itu" "Gimana bisa?" tanya Keyla kaget. "Gue tau dalam ajang itu, gue pasti bisa ngalahin dia. Dan voila, gue menang" jelas Lintang tertawa. Keyla menatap Lintang tidak percaya karena baru saja mendengar alasan nya. Bayangkan saja, seseorang rela mencalonkan diri sebagai pemegang tanggung jawab besar di sekolah hanya karena ingin menyangi saingan nya. Sungguh sulit dipercaya. "Pantesan lo kayaknya biasa aja sama jabatan itu" tukas Keyla jengkel karena baru mengetahui alasan itu. "Heh enak aja. Tapi pas kepilih gue bertanggungjawab woi. Ngomong - ngomong, cukup lo aja ya yang tau. Nanti image gue turun" kata Lintang yang kemudian melanjutkan acara memakan nasi goreng nya. Keyla hanya mengangguk. Mungkin ini bisa menjadi rahasia terbesar diantara mereka berdua. Dan mudah - mudahan Keyla bisa menahan dirinya untuk tidak bercerita kepada Tata. "Kalo Cindy gimana kabarnya?" Aktivitas makan ganteng ala Lintang langsung terhenti sebentar, "Ya lo kan punya kontak line dia, greet lah tanya dia gimana kabar nya. Masa nanya sama gue?" "Lo enggak kangen sama hubungan kalian?" tanya Keyla yang kini berusaha meledek Lintang. Lintang menghempaskan sendok dan garpunya, "Ah kok obrolan lo jadi gak seru sih ngomongin ginian?" "Kalo dia belom bisa move on dari lo gimana? Kayaknya sih gitu" ujar Keyla terus menerus mencoba mempojoki Lintang. "Hidup lo penuh sama ketidakpastian ya. Bukti nya lo ngomong kayaknya mulu" tukas Lintang risih. Keyla menyuapkan sesuap nasi goreng ke dalam mulut nya, "Lo gak ada sisa - sisa perasaan buat Cindy gitu?" Lintang menggeleng, "Gue kalo udah dikecewain sama orang, susah buat percaya lagi. Makanya hati - hati" "Alah dikasih segelas teh hangat juga lo diem" kata Keyla menyipitkan matanya sambil menatap Lintang. Tiba - tiba getaran dari ponsel Lintang di atas meja menginterupsi obrolan mereka. Lintang cukup mengambil dan membaca pesan yang masuk itu, kemudian membiarkan nya dan menaruh kembali ponsel berwarna hitam dengan case bergambar batman itu. "Lo sadar gak sih kita kalo jalan itu ngobrol di tempat makan nya lama banget?" tanya Lintang dengan mengedarkan pandangan ke meja di sekelilingnya yang sudah mulai berganti orang. Keyla tertawa dan mengangguk, "Abisnya lo jalan sama gue. Gue kan bawel, jadi kalo udah ngobrol enggak habis - habis topik pembicaraan nya" "Yaudah lain kali gue ajak cewe lain aja" kata Lintang ringan. "Eeehhh jangan" ucap Keyla keluar begitu saja dari mulutnya sambil merentangkan tangan seperti seseorang yang tidak rela teman nya pergi. Lintang menunjuk Keyla dan tersenyum, "Tuh 'kan bukti enggak mau kehilangan gue" "Udah cukup gue kehilangan Angkasa. Lo jangan" tutur Keyla dengan sorot mata memohon nya kepada Lintang. Dan Lintang pun duduk dengan melipat kedua tangan nya diatas meja, "Gue bakal selalu ada buat lo. Gue janji" Lalu Lintang menjulurkan jari kelingking kanan nya ke hadapan Keyla. Dibalas dengan Keyla yang hanya melihat dengan tatapan bingung. Kemudian Lintang menarik jari kelingking Keyla dan mengeratkan dengan miliknya, "Mereka saksi nya"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN