Chapter 16

1352 Kata

Malam semakin larut, tapi pusat kota London seakan tak pernah mati. Suara kendaraan-kendaraan masih terdengar di bawah sana, dan gemerlap dunia malam semakin terang di bawah langit kelam. Malam ini, Heera tak ingin tidur tapi rasa lelah yang menderanya seakan mengkhianatinya. Dia tak ingin tidur karena ada pria lain di dalam apartemennya saat ini. Jika dia tertidur, tak ada yang menjamin bahwa pria itu akan membunuhnya. Dengan kepala bersandar di meja makan, dia tertidur dengan dengkuran halus bersama dengan kucing oren yang meringkuk di kursi samping. Satu sosok mendekatinya, begitu tinggi dan menghalangi lampu yang menggantung di atasnya, membayangi tubuh Heera yang sedang tertidur. Tangannya terulur, meraih rahang Heera dan mengelusnya dengan lembut, tatapannya terlihat kejam, bengis d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN