Chapter 61

1578 Kata

Mara terdiam dengan wajah berlinangan air mata. Heera begitu syok sampai tak bisa berkata-kata. Sedangkan Danawira hanya menundukkan kepalanya. Keadaan menjadi hening, bahkan seakan tarikan napas pun tak terdengar. Yasabadra masih memeluk tubuh Heera dengan kedua tangannya, lalu menyelimuti dengan sayap besarnya. Setelah dia selesai bercerita, semua orang menjadi hening. Kisah yang sebenarnya terjadi, kenapa sangat menyedihkan. Ketiganya memiliki akhir yang sangat tragis. “Yang paling tragis adalah Dewi Nawa, dia bahkan tidak bisa reinkarnasi,” kata Mara sambil mengusap air matanya dengan pakaian Danawira, yang mendatangkan pukulan di kepalanya dari Danawira. “Aku pikir karena panah itu,” kata Danawira. Heera menatap Yasabadra masih dengan bibir kelu. Yasabadra mengerti apa yang hendak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN