Begitu matahari terbenam Heera segera dijemput oleh dua orang pelayan yang pagi tadi datang. Dia masih belum bersiap, dia bahkan baru saja selesai membersihkan diri. Dua pelayan itu hendak masuk, tapi Danawira duduk di halaman depan sambil menatap mereka dengan dingin, membuat dua pelayan itu seperti hendak menangis ketakutan. Heera memperbolehkan mereka menunggu di depan, di bawah tatapan tajam Danawira yang seakan hendak melahap mereka hidup-hidup. Heera keluar sudah berpakaian rapi, mengenakan pakaian yang dikirimkan Raja untuknya. Pakaian itu sangat indah, dari kain sutera yang sangat halus dan nyaman. Berwarna merah marun dengan bagian atas seperti tunik berlengan panjang, bagian d**a dan bawahnya penuh dengan manik-manik bebatuan yang indah, sedangkan roknya lebar dan panjang, sampa

