Chapter 50

1538 Kata

Langit biru cerah dengan awan putih beriak di langit, matahari pun bersinar dengan teriknya menyinari gurun pasir itu, pasir-pasir kuning berkilauan ketika diterpa sinar matahari. Panasnya begitu menyengat, kering dan tak nyaman. Desiran angin gurun berembus, membuat butiran-butiran pasir terangkat dan berputar-putar di udara. Danawira berdiri di tengah hamparan pasir luas, yang sejauh mata memandang hanya diisi pasir. Dia berdiri dengan wajah bingung, menatap ke sana-sini mencari-cari keberadaan Putra Mahkota dan teman-temannya. “Yang Mulia? Nona Heera? Mara?” panggilnya. Dia berlari ke depan mencari-cari mereka, tapi tak ada apa pun selain hamparan pasir. Ketika berlarian, tiba-tiba langkahnya berhenti ketika di kejauhan dia melihat figur tiga orang yang berjalan ke arahnya. Dia menyi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN