Chapter 54

1846 Kata

“Apa-apaan itu?” ujar Mara lagi. Heera berjalan sambil meniup lenteranya lalu menaruhnya. Dia terus mendekati taman belakang itu, ada sebuah pohon besar rindang yang tidak terlalu jauh dari danau kecil itu, kemudian bersembunyi di sana bersama Mara yang sudah melompat kembali ke pelukannya. “Menurutmu, sedang apa mereka?” tanya Mara. Heera menaruh telunjuk di bibir Mara, membuat kumis-kumisnya tegak. Mereka pun diam dan mengintip ke arah danau. Di tengah danah ada jembatan batu. Di atas jembatan itu ada seorang wanita berpakaian serba hitam dengan kerudung yang sudah terjatuh dan menampilkan wajahnya, di depannya ada seorang pria tinggi dengan setelan berwarna serba emas dan rambut panjang hitamnya yang tergerai. “Raja dan Yandha,” gumam Heera seraya menatap mereka, “Yandha terluka, di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN