Seorang wanita cantik dengan wajah lembut dan tatapan sendu, seakan begitu sedih. Matanya biru cerah dengan rambut cokelat panjang dan bergelombang. Ada permata berwarna kuning yang menjuntai di dahinya. Dia memiliki wajah yang nyaris serupa dengan Heera. Heera mundur dengan otak yang seakan berhenti bekerja, menatap dua sosok yang kini berhadapan itu. Pria itu tersenyum lembut, dia menadahkan tangannya hingga muncul bunga mawar merah yang segar, berjalan mendekati wanita yang mirip dengan Heera. Tangannya terulur dan menyelipkan bunga di telinganya. “Mawar ini bahkan kalah indah jika disematkan pada tubuhmu,” katanya dengan lembut. Wanita itu mendongak, wajah lembutnya memancarkan kesedihan, tatapannya sendu. “Gardapati, berhenti melakukan ini,” katanya. Heera masih berdiri kaku denga

