Dia tak tahu sudah seberapa jauh dirinya berlari, hanya melewati jalanan yang semakin banyak orang yang mengejarnya. Semua orang yang mengejarnya dari seluruh penjuru istana pun berkumpul. Di depannya kini adalah tembok tinggi dan kokoh istana yang tidak bisa dihancurkan dengan bom. Dia pun melompat ke atasnya dan berdiri di sana, menatap para prajurit istana yang berkumpul hendak menangkapnya. Di malam yang diterangi sinar bulan dan bintang-bintang, di malam yang begitu gemerlap dengan pesta di istana utama, ada seorang penyusup yang saat ini berdiri di tembok istana dengan busur panah di punggungnya. Heera melambaikan tangannya pada mereka. “Semuanya, aku tidak akan membuat rusuh, oke! Nikmati saja pesta kalian!” teriaknya. Heera menoleh ke belakang di mana ada jurang yang dalam dan g

