“Ya, Yang Mulia?” tanya Danawira. “Hentikan, aku akan keluar,” kata Yasabadra. “Baik, Yang Mulia,” jawab Danawira, “Berhenti!” lanjutnya memberi perintah. Kereta berhenti dan rombongan prajurit milik Putra Mahkota pun berhenti. Yasabadra keluar dari kereta kuda dengan wajah tak senang dan marah, membuat semua orang diam. Danawira melompat turun dari kudanya. “Yang Mulia, ada apa?” tanya Danawira. Yasabadra memejamkan mata sejenak, kemudian menatap Danawira dengan serius. “Kau membawa kudaku?” Danawira mengangguk dan memerintahkan salah satu prajurit untuk membawa kuda Putra Mahkota. Kuda besar berwarna hitam legam dengan ekor yang lebar, wajahnya ditutupi oleh topi besi hingga terlihat lebih garang. Kuda itu pun bukan kuda biasa, itu adalah kuda magis peliharaan Putra Mahkota sejak k

