Bashara Kingdom. Suara buurng-burung yang berkicau dengan desir angin membangunkan Heera, dia menggeliatkan tubuhnya dengan nyaman di atas kasur dan selimut hangat. Cuaca sepertinya menghangat dan salju sudah tak turun lagi. Cahaya matahari bahkan terasa masuk ke dalam kamar dan menyinarinya. Dia menguap sambil berguling ke sana-sini menikmati kehangatan ini setelah semalaman turun salju. Wajahnya dibenamkan di bantal, dan wangi bebungaan tercium dari bantal dan selimutnya. Seingatnya ini bukan wangi di kamarnya, jelas ini wangi yang lain dan tak pernah dia cium sebelumnya. Tidak masalah, selagi ini hangat dan nyaman dia harus menikmatinya. Sebuah sapuan halus terasa di kepalanya, Heera menggeliat dengan senyum sambil menepisnya pelan. “Sha, jangan nakal,” katanya pada kucingnya. Sapua

