“Aku mau masak sup krim jagung, tapi aku takut rasanya tidak enak,” sahut Joan sambil memotong-motong wortel dalam bentuk dadu kecil. “Kamu selalu saja tidak percaya diri pada kemampuanmu, Jo,” keluh Arlo. Setelah meletakkan cangkir yang baru saja dicuci, pria itu berdiri di samping Joan. Dia memegang kedua bahu lalu memutar badan agar mereka bisa berdiri berhadapan. “Jo, beberapa kali aku ke sini kamu selalu membuatkan aku minum. Percayalah semua minuman itu rasanya enak. Aku yakin masakanmu juga enak. Kamu harus percaya pada kemampuanmu sendiri.” Arlo memberikan motivasi pada gadis di hadapannya itu. Joan mendongak menatap Arlo. “Aku takut Kak Arlo tidak suka,” ungkapnya lirih. Arlo tersenyum pada Joan. “Bagaimana kamu tahu aku tidak akan suka? Aku ‘kan belum mencicipi, Jo. Yang jel

