bc

Upik Abu jadi Nona

book_age16+
4
IKUTI
1K
BACA
HE
second chance
powerful
stepfather
drama
no-couple
witty
seductive
like
intro-logo
Uraian

Cindelaras, gadis manis berusia delapan belas tahun, selama ini tinggal bersama dengan keluarga angkatnya di Jakarta. Di suatu malam, Cinde diusir oleh ibu angkat dan dibully oleh saudara-saudaranya, karena fitnah dari salah seorang saudara angkatnya. Di tengah kebingungannya yang tidak mempunyai arah tujuan, tiba-tiba seseorang datang menyelamatkannya dan membawanya ke sebuah rumah mewah. Sejak hari itulah kehidupan Cinde berubah total. Di kehidupan barunya ia juga terlibat kisah asmara dengan dua orang pria yang memiliki tempat tersendiri di hatinya. Pada akhirnya siapakah yang akan Cinde pilih untuk mendampinginya? Bantu kasih love dan komennya, ya sahabat. Makasi

chap-preview
Pratinjau gratis
Kemarahan Ibu
Ibu yang baru saja keluar kamar, tiba-tiba menghampiriku yang baru saja selesai mengepel. "Nih, rasakan! Makanya jangan kegenitan jadi orang. Lain kali, jangan harap bisa keluar rumah lagi!" Setelah menyiramku dengan air bekas cucian kain pel, ia berlalu meninggalkanku begitu saja Rasa dingin seketika menyelimuti seluruh tubuhku yang basah kuyup. Diikuti dengan munculnya bau tak sedap yang merasuk ke penciuman. Lambat laun mataku mulai memerah. Entah perih terkena air atau pedih menahan tangis. Keduanya sama-sama membuatku kesal. Namun, rasa kesal karena disiram air kotor jauh lebih ringan daripada kesal karena sosok menakutkan seperti ibu angkatku adalah sosok wanita satu-satunya yang saat ini aku sayangi. Yah, semenjak tiga tahun lalu, saat ia mengadopsiku dari panti asuhan. Awalnya ibu sangat baik dan menyayangiku seperti kedua anaknya yang lain, Kak Drewnella dan Barbetta, tapi sejak sebulan lalu, suaminya tiba-tiba meninggalkan ibu karena sudah menikah lagi dengan wanita lain. Laki-laki yang baru menikahi ibu dua tahun itu pergi bersama tante pemilik salon yang ada di perempatan jalan utama, dekat rumah kami. Ibu jadi sering uring-uringan. Kalau ada hal yang menurutnya salah sedikit saja, bisa langsung membuatnya naik pitam. Tentu saja aku yang sering kena getahnya. Ibu juga memberhentikan asisten rumah tangga kami dan mengalihkan semua tugasnya padaku. Selain itu, ibu juga melarangku keluar rumah jika bukan ia yang menyuruh. Sedangkan kedua kakak angkatku seringkali tidak ada di rumah saat ibu sedang marah. Walaupun saat ada mereka juga lebih sering diam melihat perlakuan ibu padaku. Seperti saat ini, mereka hanya melihat dari jauh. Tak heran, sejak pertama kali aku ke rumah ini, mereka memang sudah tak menyukaiku. Terutama Kak Drewnella yang sering sekali menghinaku dengan memanggilku upik abu. "Cindee! Cepat kamu bereskan itu! Ganti baju, terus ke pasar!" Ibu sudah memerintahku lagi. " I-iya, Bu," jawabku dengan suara bergetar karena menahan dingin. Selesai bertukar pakaian, aku langsung berangkat ke pasar. Ibu memberiku uang dua ratus ribu dan kertas bertuliskan daftar belanjaan tanpa memberiku ongkos. "Kalau aku gunakan uang ini, pasti uangnya tidak cukup untuk semua titipan Ibu dan kalau ada yang tidak terbeli, pasti aku bakal kena marah lagi." Akhirnya kuputuskan untuk berjalan kaki menuju pasar yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah. "Semangat Cinde! Pelan-pelan pasti nyampe." Beberapa saat kemudian, terdengar suara klakson motor dari arah belakang. Sebuah motor matic hitam menghampiriku yang sedang berjalan. "Hai, Putri Cinde. Mau ke mana?" sapa Mas Pange, tetanggaku. Awal mula berkenalan dengannya, aku tertawa geli saat ia menyebut dirinya Pangeran, tapi ternyata itu memang nama aslinya. "Putrinya mana, Mas? Pangeran, kok, sendirian aja? Mana pengawalnya?" Godaku waktu itu. Sejak itu ia jadi suka memanggilku dengan Putri Cinde. "Mau ke pasar, Mas." "Jalan kaki?" Ia melihatku dengan tatapan heran. "Iya, sekalian olahraga. Maklum seminggu kemaren nggak ada waktu," jawabku asal sambil memperlihatkan deretan gigi. "Bilang aja nggak dikasih ongkos. Yuk, aku anter." "Eh, nggak usah, Mas, ngerepotin aja, lagian udah deket, kok. "Udah deket dari Hongkong. Deket rumah kamu iya!" Memang, iya, si, orang aku juga baru jalan kaki lima menit. "Tapi, Mas, nanti kalau ada yang liat terus laporin ke ibu gimana?"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook