Bab 20: Welcome party

1231 Kata

Ternyata, makan malam untuk menyambut Indra tidaklah seramai dan semeriah yang aku pikirkan. Yang benar saja, ke mana para penyiar yang lain? Kenapa hanya ada empat orang yang tersisia? Ah, lima orang jika termasuk dengan boss. Aku heran sekali saat baru datang bersama Indra.                 “Maaf, Boss. Yang lain kok nggak ada?” tanyaku tidak tahan, setelah duduk di sebelah Indra dan berhadapan dengan Tere—teman terdekatku. “Saya kira semuanya pasti dateng. Apa Boss nggak ancam mereka juga, kayak tadi?”                 Boss menggaruk belakang kepalanya dengan bingung. “Maaf, tapi ternyata ancaman saya nggak mempan. Mereka bilang sudah ditunggu oleh keluarga, jadi saya bisa apa?”                 “Ah, begitu. Bagus sekali, karena keluarga saya nggak terlalu menunggu saya pulang.” Aku te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN