Bab 22: Stupid

1075 Kata

Bodoh. Bodoh sekali. Aku tidak seharusnya setuju membantu Tere. Indra itu pacarku, loh! Berarti, sama saja seperti aku ingin membuat pacarku pacaran dengan perempuan lain. Sial.                 Aku terus memutar kursiku tanpa henti, sampai akhirnya seseorang menghentikanku. “Nanti lo pusing. Kenapa, sih?”                 Aku memandang Indra dengan tidak enak. “Maaf, Ndra.”                 “Maaf? Kenapa minta maaf?” Indra kini terlihat bingung.                 “Tere bener-bener naksir sama lo, dan minta gue buat nyomblangin kalian.”                 “Terus?” Indra menaikkan satu alisnya.                 “Gue oke-in, soalnya nggak tega.” Aku menunduk takut, lalu tak lama kemudian terdengar helaan napas. “Gue tahu, gue b**o. Mulut gue terlalu cepet jawab, Ndra.”                 “It’s ok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN