Sepulang siaran, aku dan Indra diam-diam bertemu di parkiran. Tentu saja Indra tadi mengaku ingin pulang duluan kepada anak-anak yang lain. Sedangkan aku? Tentu saja ku bilang ingin pulang naik taksi. Yang mereka tahu, aku belum punya pacar hiks. “Jadi? Apa lo udah punya ide?” tanya Indra, tepat setelah aku masuk mobil dan baru menyentuh sabuk pengaman. “Apa? Cepet kasih tahu gue, Key.” “Apa lo nggak nyaman deket sama Tere? Sabar, dong.” Aku terkekeh. “Dia jauuuuh lebih cerewet dari lo. Terus, cerewetnya itu nyebelin.” “Nyebelin?” “Iya, dia ngomongin semua orang. Satu jam tadi gue dengerin dia ngomong, gue jadi tahu semua dosa-dosa penyiar di sini. Hebat, kan?” Aku mendengus geli. “Tere t

