Wijaya menarik daguku langsung mencium bibirku ketika kami berada di mobil, ciuman lembut yang sangat aku suka. Ciuman ini berubah menjadi lebih ketika lidah kami masuk kedalam mulut untuk saling bertukar saliva jika sudah seperti ini menandakan bahwa Wijaya menginginkan lebih dan beruntung kami berada di parkiran pojok dan dalam keadaan gelap seakan memang sudah di rencanakan oleh Wijaya. "Ehmm...ehmm" suara ciuman mendominasi di dalam mobil. Wijaya menatapku dan menyatukan kening kami berdua "kamu selalu menggoda sayang aku gak sabar makan kamu" Wijaya mencium bibirku sekilas. Aku membuka baju yang aku gunakan tanpa malu dan sekarang tanpa sehelaipun dihadapan Wijaya, Wijaya menatapku dengan tatapan memuja dan ingin memakanku membuatku semakin menggodanya dengan menggigit bibir bawah

