Makanan datang bertepatan dengan anak-anak datang ke kantor dan masuk kedalam ruangan Wijaya beruntung aku sudah menggunakan pakaian yang layak dengan begitu mereka tidak berpikir negatif padaku walaupun bukan rahasia umum lagi bagaimana tingkah sang ayah. "Papa makan itu semua?" tanya Tina menatap Wijaya dengan wajah tidak percaya. Aku mengamati Wijaya makan padahal sebelumnya telah makan beberapa box pizza dan sekarang makan dalam porsi tidak sedikit, aku kembali menatap anak-anak Wijaya yang masih sibuk dengan menatap sang ayah membuatku hanya bisa menggelengkan kepala. Dalam benakku mungkinkah aku sudah hamil anaknya dan dalam perut ini sudah ada hasil cinta kita berdua. "Mbak, papa kenapa?" tanya Via dan aku hanya mengangkat bahu karena aku sendiri tidak tahu alasan sebenarnya. Ti

