Aku bangun berada di dalam kamar yang aku yakini adalah kamar di dalam ruangan kantor Wijaya, aku menatap sekitar dengan segera aku menggunakan kimono berjalan keluar namun ketika aku ingin keluar mendengar suara Wijaya dan seorang pria yang aku yakin Devan sedang berbicara serius. Aku tidak bermaksud menguping pembicaraan mereka tapi ternyata tetap aku lakukan ketika mendengar Devan menyebut namaku dan itu membuatku penasaran atas apa yang dibicarakan. "Papa sudah yakin sama Tania?" tanya Devan "Tania juga sudah cerai jadi usahakan secepatnya kalian nikah, Devan merasa tanda-tanda papa seperti ini itu jangan-jangan Tania sedang hamil." "Sok tahu" ucap Wijaya “papa sama kamu tu lebih tua papa” "Ya sudah kalau gak percaya lagian kalau papa gak lupa ingatan aku pernah seperti ini waktu T

