Baru kali ini aku datang ke kantor Wijaya yang langsung diarahkan menuju ruangannya, di lantai ini hanya ada tiga pintu dan Wijaya berada di ruangan tersendiri, hawa dingin menyambutku ketika berada di lantai ini hingga masuk kedalam tubuh karena kondisi yang terlalu sepi. Ruangan orang-orang kepercayaan Wijaya beda satu lantai dari lantai ini, aku belum terlalu mengenal mereka karena memang baru pertama kali datang disini aku melihat pria keluar dari ruangan Wijaya menuju kearahku dengan menunduk sopan membuatku membalasnya sambil tersenyum. "Tania" sapa seorang pria "sudah ditunggu bapak" mengarahkanku keruangan Wijaya "perkenalkan saya Bima" mengulurkan tangannya padaku. Aku membalas uluran tangan Bima "lantai ini hanya ada satu ruangan?." Bima mengangguk "saya satu lantai dengan Dev

