Aku keluar dari kamar mandi langsung menggunakan pakaian dan menunggu Wijaya di sofa sambil memainkan ponsel. Tidak lama aku melihat Wijaya membawa beberapa bungkus makanan dan membuatku langsung menghampirinya mengambil bungkusan itu menatap Wijaya dengan bingung tapi Wijaya tampak santai dengan membuka bungkusan yang dibawa sendiri olehnya. "Sebanyak ini?" tanyaku ketika melihat makanan yang dibawa tersebut dibuka depanku dan aku ikut membuka yang aku pegang sekali lagi memandang Wijaya bingung Wijaya mengangguk "sekalian lagian kasihan ob aku beli masa cuman 1 aja dan juga aku butuh tenaga setelah muntah dan memuaskan kamu" sambil mengedipkan mata kearahku membuatku menatapnya tidak percaya "Kepuasan bersama" ucapku “tapi lebih tepatnya kepuasan kamu” Wijaya tidak menghiraukan perka

