39

1126 Kata

Aku menatap jalan yang kami tuju dimana bukan rumah seperti perkataan sebelumnya dan membuatku langsung menatapnya dengan tanda tanya tapi Wijaya seolah tidak peduli dengan kebingunganku. Aku baru sadar jika Wijaya mengajak ke pantai di sore hari ini yang aku lihat tidak terlalu ramai karena ini bukan hari libur tapi ada beberapa anak muda yang berpacaran dan tanpa malu menunjukkan kemesraan di depan umum, aku berpikir kita tidak jauh berbeda dengan mereka dan aku dengan mudahnya memberikan semua pada pria tua disampingku ini. “Ayo kita turun” ucap Wijaya membuyarkan lamunanku “jangan berpikir negatif kita bertemu seseorang” aku menatap dengan tanda tanya. Wijaya tidak menghiraukanku dengan langsung keluar dari mobil membuatku mau tidak mau mengikutinya, Wijaya menungguku dan ketika aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN