Bab 9 "Joshua nggak nyakitin kamu kan?" tanya Mita pada sang putri. Sarah duduk di sofa seraya memangku bantal persegi, lalu menggeleng. "Nggak sih, cuma kadang dia menyebalkan." Mita tersenyum tipis kemudian duduk bergeser lebih dekat. "Dia memang begitu. Joshua kadang acuh kadang juga lembut. Tapi percaya deh, dia nggak galak kok." Sarah menaikkan satu alisnya. "Sepertinya mama tahu banyak tentang Joshua?" "Nggak juga," elak Mita. "Mama cuma tahu dari besan mama." Sarah membulatkan mulut lalu mengangguk-angguk. "Oh iya ..." belum sempat lanjut bicara, pelayan datang membawa dua gelas minuman dan sepiring bolu potong. "Kenapa, Ma?" tanya Sarah setelah pelayannya kembali ke ruang belakang. Saat itu, Sarah juga udah meraih satu potong bolu dan menggigitnya. "Itu ... tentang Ben. Di

