“BAGAIMANA BISA INI ulah mereka, Hunter? Apa kau sedang berasumsi saat ini?” tannyaku pelan, tidak ingin menyinggung walaupun sedikit saja perasaan Hunter. Jika dia memang tersinggung, dia tidak memperlihatkannya padaku. Wajahnya tetap datar, seperti sudah bisa menebak apa yang akan aku katakan. Aku tahu jika mereka tidak saling menyukai dan selalu saling adu mulut, tapi aku rasa assumsi sejauh dan setinggi ini tidak bisa diucapkan secara main-main. Lagi pula, aku juga terlalu terkejut mendengar kalau kubur Xander juga mempunyai kawanan sendiri, Forsaken Pack. Berarti memang benar, Xande adalah manusia serigala. Sama seperti Hunter, dan saudaranya, dan semua yang tinggal di rumah ini. Hunter menoleh padaku sedikit. “Kenapa?” “Jadi, Xander juga manusia serigala?” tanyaku akhirnya. “Tema

