SEMUANYA TERJADI begitu cepat. Sebelum aku bisa bersuara dan protes atau apa pun yang bisa aku lakukan, dua orang polisi lagi sudah masuk ke kelas dengan wajah datar dan aura yang penuh otoritas. Aku menoleh ke belakang dengan cepat, melihat Hunter yang tidak memberika ekspresi apa pun. Para murid di sekeliling kami saling sibu berbisik dan berbicara dengan teman di dekat mereka. Ada yang mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan ke yang lain, dan ada juga yang masih sempat membuat dokumentasi tentang kejadian ini. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berdiri dan menghentikan hal absurd tersebut. Dua orang polisi tadi diberi jalan dengan mudahnya, menghampiri Hunter yang duduk di pojok ruangan di belakang tempat dudukku. Guru juga tidak bisa mengatakan apa-apa saat polisi memberitahu k

