CHAPTER 31

2708 Kata

TIDAK PERNAH AKU MENDENGAR suara menggeluruh seperti ini sebelumnya. Bulu kuduk di tubuhku berdiri. Ibu sama sekali tidak terpengaruh. Dia tetap berdiri tegak, di hadapan Xander dan kawanannya, di sebelahku, seperti seorang pejuang yang tangguh. Like a warriror. She’s a warrior. Senang rasanya melihat seluruh darah di wajah Xander membeku. Mungkin dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Mungkin dia berpikir, dia bisa menjadikan aku tahanan untuk digunakan sebagai barter dengan kekalahan Hunter. Dia pikir Hunter akan menyerah begitu saja. Tapi dia tidak tahu Hunter. Dia tidak mengenal lelaki itu. Pasangan jiwaku itu tidak pernah main-main. Setiap gerakannya selalu terhitung. Penuh strategi. Penuh perkiraan. Dia tidak akan bergerak tanpa melihat seberapa besar momen dia akan menang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN