Bab 59

2000 Kata

"Pasti ada kejadian yang menyakitkan ya, yang telah terjadi sehingga sampai membuat kamu tidak mau menceritakannya kepada siapapun?" tebaknya. Aku tersenyum. "Iya, Mbak. Maaf, tidak bisa menceritakannya. Tapi Mbak harus tahu. Saya bukan siswa yang nakal," ucapku penuh kesungguhan. "Iya kok. Percaya. Memang kalau dilihat-lihat, kamu ini bukan remaja yang nakal. Nggak mungkin lah kalau remaja nakal mau capek-capek kerja di sini. Pasti mereka lebih memilih untuk berfoya-foya menghabiskan duit orang tua. Iya, nggak?" ucapnya yang diakhiri dengan pertanyaan. "Hahaha, iya, Mbak," jawabku. Dia mempercayai aku, padahal aku tidak pernah menunjukkan siapa aku ini. Dia yakin aku bukan remaja yang nakal, padahal yang ia lihat adalah aku yang tidak bersekolah di kala para pelajar lain bersekolah. W

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN