"Banyak banget belinya?" tanyaku berbisik ke Shela. "Iya, buat stok di rumah sekaligus buat lo," kata Shela. "Eh, kok gue juga," ucapku. "Udah, gak usah nolak, ya! Biar dimasak sama adik lo nanti sore," ucap Shela. Dan lihatlah betapa baiknya gadis cantik itu. Untuk membalas kebaikannya, jelas aku tak bisa. Waktu itu yang aku harapkan adalah selamanya dia akan tetap bersikap seperti itu ke aku. Bukan soal ia yang sering mentraktirku. Jujur saja, sebenarnya aku tak begitu memerlukan hal itu. Akan tetapi yang aku perlukan adalah kebaikannya, perhatiannya dan pengertiannya padaku. Jika ketiga hal itu menghilang dari dirinya, aku sudah tidak tahu lagi perasaanku bagaimana. Kami berdua berjalan sambil membawa beberapa bungkus kresek yang berisi sayur-sayuran. Apa yang kukira bisa aku lakuk

