Selagi dia berpikir, aku mendadak teringat dengan bahayanya jika aku keluar rumah. Kala itu aku memang tidak tahu apakah Alwi dan antek-anteknya masih mengincarku atau tidak. Akan tetapi, aku ingin berjaga-jaga. Aku takut kalau aku keluar dengan Shela dan tiba-tiba bertemu dengan Alwi, Alwi bisa menciptakan marabahaya yang luar biasa. Terutama bahaya untuk Shela. Dan aku tentunya tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. "Ah, gimana kalau ke cafe aja. Atau ke mall. Sekali-kali. Eh, nonton film bioskop kayaknya juga seru deh. Ada film terbaru tuh," kata Shela. Aku cuma tersenyum. "Shel, bukannya gue gak mau. Tapi gue mau menceritakan sesuatu ke lo," kataku serius. "Cerita apa?" tanyanya. Ia mengernyitkan dahinya karena bingung. Terpaksa, itulah satu-satunya alasan kenapa aku berniat

