Malam itu, angin berhembus cukup kencang. Entah pertanda apa. Akan tetapi langit nampak sangat cerah. Kemerlip bintang-bintang kecil di atas sana telah menjadi sebuah pemandangan indah yang tak bertarif. Semua orang bebas untuk melihatnya tanpa harus mengeluarkan sepeser uang pun. Seperti apa yang sudah diceritakan Shela, malam itu dia benar-benar datang ke warung kopi tempatku bekerja untuk meminta jawaban dariku. Aku pun memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya untuknya. Aku merasa separuh cerita hidupku telah dipenuhi oleh namanya. Dia dengan begitu semangatnya rela datang hanya untuk menanyakan hal itu saja. Padahal sebenarnya, melalui panggilan telepon pun bisa. Lumayan lama dia berada di sana, hingga pada akhirnya pun dia masuk ke dalam mobilnya dan ingin pulang ke rumahnya. Kendar

